Menampilkan Pesan Telegram di Blog

Kian kini Telegram kian berkembang. Tidak lagi semata menjadi sarana perpesanan teks, namun juga banyak kegunaan lain. Misalnya saja, kini Telegram bisa digunakan untuk penyimpan atau berbagi berkas, pemutar musik, panggilan suara dan banyak lagi.

Dan di antara banyak pembaruan pada rilis Telegram teranyar, mereka menyuguhkan fitur yang sungguh sama sekali tidak pernah saya duga; kini kita bisa melekatkan (embed) pesan dari kanal atau grup publik ke situs web. Wow....

Artinya kini siapapun, walau tanpa memiliki akun telegram, bisa membaca pesan yang kita kirim ke kanal atau grup publik cukup dengan memasukkan tautan dari pesan Telegram ke bilah alamat (address bar) peramban web.

  • Salin tautan pesan Telegram yang hendak dibaca.

    • Menyalin tautan pesan di Telegram Android: klik pada pesan ➜ Copy Link.
      Pada client resmi Telegram Android, hanya administrator grup atau kanal yang memiliki pilihan untuk menyalin tautan pesan.
    • Menyalin tautan pesan di Telegram Desktop: klik kanan pada pesan dalam kanal ➜ Copy Post Link, atau klik kanan pada pesan dalam grup ➜ Copy Link.
      Siapapun bisa menyalin tautan pesan dengan menggunakan Telegram Desktop.

    Tautan pesan akan menyerupai bentuk berikut: https://t.me/[USERNAME-GROUP-ATAU-KANAL]/[NOMOR-PESAN]. Misalnya https://t.me/pegelinux/237.

  • Tempelkan tautan pesan tersebut ke bilah alamat peramban web. Maka Anda akan mendapati tampilan seperti di bawah ini:

    Pesan Telegram dari kanal atau grup publik yang ditampilkan peramban web
    1. Masukkan tautan pesan Telegram dari kanal atau grup Publik ke bilah alamat peramban ini.
    2. Klik tombol <> EMBED untuk mendapatkan kode yang bisa dilekatkan ke laman HTML (misal artikel blog).
    3. Klik tombol COPY untuk menyalin embeddable code di atasnya.
    4. Klik tombol VIEW IN CHANNEL atau VIEW IN GROUP untuk membuka kanal atau grup menggunakan client Telegram lain, misal Telegram Desktop.
    5. Tombol ini hanya muncul jika Anda memiliki sesi Telegram web pada peramban yang tengah digunakan. Klik tombol OPEN IN WEB untuk membuka kanal atau grup di Telegram Web.

Artinya juga, kita bisa melekatkan pesan yang sekiranya menarik ke blog atau situs web agar bisa dibaca oleh mereka yang tidak memiliki akun Telegram.

Cool or fool? Ini pastinya akan menjadi perdebatan tiada ujung pangkal. Namun yang saya lihat, nampaknya kini Telegram berambisi menjadi sarana komunikasi "palugada"; "apa yang lu perlu, di gue ada".
Dan jujur saja, fitur melekatkan pesan Telegram ke blog ini cukup menggelitik imajinasi untuk melahirkan beberapa gagasan.

Gagasan utama dan yang pertama terlintas dalam benak adalah menggunakan fitur ini sebagai pencatat kuliah Telegram. Bagi Anda yang belum awas, kulgram atau kuliah Telegram ini adalah semacam kegiatan belajar di Telegram di mana ada seseorang yang menyampaikan materi tertentu dan biasa diakhiri dengan diskusi. Biasanya catatan kulgram ini dibuat dengan cara manual, yakni menyalin pesan selama kulgram dan kemudian menempelkannya ke berkas baru.

Sayangnya saya tidak paham ihwal web development, jadi gagasan hanya tinggal gagasan. Idea is cheap.
Sampai akhirnya seorang rekan di Telegram, sebut saja Mawar, membuat sebuah purwarupa yang membuktikan bahwa gagasan di awal memang memungkinkan untuk diwujudkan.
Kode perdana tulisannya bisa dilihat di laman http://jsbin.com/nizemepire/1/edit?js,output, dan kode hasil pengembangan paling akhir bisa dicoba di https://teleget.neocities.org. Source code laman teleget bisa dilihat dengan melakukan klik kanan ➜ View Page Source.

Tidak mau tertinggal, saya pun menambahkan fitur anyar untuk membaca pesan dari kanal atau grup publik Telegram di blog ini. Bukan dengan menulis kode yang lebih shopisticated dibanding kodenya si Mawar, who the h**l am I, tapi cukup hanya dengan menggunakan kode yang telah ditulisnya dan memoles menu agar menyatu dengan tema blog ini. Good coder re-use.
Anda bisa mengakses fitur ini melalui menu TeleGet di navigation bar paling atas blog ini, atau dengan langsung menuju laman ini. Source code TeleGet bisa dilihat dengan melakukan klik kanan ➜ View Page Source.

Cara menggunakan TeleGet mudah saja. Ikuti cara di paragraf atas tulisan ini untuk mendapatkan tautan pesan. Masukkan username grup atau kanal ke dalam kolom Supergroup, kemudian masukkan nomor awal dan nomor akhir dari rentang pesan yang ingin dilihat ke dalam kolom Nomor Pos.

Namun disayangkan, walau telah terbukti bisa menampilkan banyak pesan Telegram di blog atau laman web, nyatanya tampilan pesan-pesan tersebut tidak bisa disimpan ke dalam suatu berkas untuk dibaca ketika offline. Jadinya niat semula untuk memanfaatkan fitur ini sebagai pencatat kuliah Telegram tidaklah tercapai. Satu-satunya cara yang saya tahu untuk menyimpan pesan-pesan tersebut adalah dengan melakukan screenshot pada laman perambannya, Not so usefull.

Jadi demikianlah. Kini pesan Telegram bisa disebar dan dilihat oleh khalayak luas yang bahkan tidak memiliki akun Telegram. Pesan juga bisa dilekatkan ke laman web, misalnya artikel blog. Walau demikian, masih belum diketahui cara mudah untuk menyimpan tampilan pesan-pesan Telegram tersebut.