Mengatasi Bootloop Pada Xiaomi Mi 4c

Judul artikel kali ini mungkin agak sedikit clickbaity, karena ada banyak ragam bootloop dan mungkin apa yang telah saya berhasil lakukan untuk mengatasi bootloop di Mi 4c ini ternyata tidak bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan bootloop di Mi 4c Anda.
Jadi, mari kita mulai artikel ini dengan menceritakan latar belakang yang menjadi penyebab hape Mi 4c saya menjadi bootloop dan bagaimana cara saya mengatasinya.

Shit happens...

Begitulah. Sepertinya tidak ada kata yang sanggup menggambarkan peristiwa ini. Shits happens... in a shittiest way it could happens...
Bermula dari mendadak berkurangnya sinyal Indosat, saya rasakan hape ini kok keteteran dalam menangkap sinyal yang ada. Entah karena pancaran sinyal Indosat yang memang jatuh ke titik yang nadir, atau (ini yang ada di pikiran kala itu) karena saya baru saja berganti ROM ke MultiROM beta. Benak langsung menunjuk penggantian ROM, karena sebelumnya ketika memakai ROM xiaomi.eu sepertinya belum pernah mengalami kesulitan dalam penerimaan sinyal. Walau memang, jika dipikir-pikir kala memakai xiaomi.eu belum pernah mengalami krisis sinyal GSM seburuk ini.

Berdasar asumsi tersebut, saya pun berkesimpulan mungkin jika ROM dikembalikan ke xiaomi.eu, atau setidaknya ke MultiROM yang stabil, kemampuan penerimaan sinyal oleh hape akan kembali memuaskan.
Setelah menimbang, pilihan pun jatuh ke MultiROM stabil multirom_MI4c_V8.1.3.0.LXKCNDI_v5.1.1_b29_111a851931. Setelah baterai penuh diisi, ROM pun flashed menggunakan fitur adb sideload dari TWRP. Proses flashing berjalan dengan lancar, hingga akhirnya hape pun rebooted.

Have I told you that shits happens?

Selepas flashed dan dihidupkan ulang, hape ternyata tidak bisa boot dengan lancar, melainkan hanya sekilas menampilkan logo Mi dan langsung mati untuk kemudian hidup lagi, demikian seterusnya. Bagi yang terbiasa mengoprek Android, mungkin telah akrab dengan istilah bootloop, sebuah peristiwa di mana hape akan berulang (looping) melakukan boot-mati...
Yep, kini hape semata wayang kulit ini ternyata bootloop.

Jantung pun berdebar-debar, kalau kata urang Sunda; hate ratug tutunggulan. Bukan, bukan karena cinta, melainkan karena menyadari hape yang bootlooping, tidak bisa dimatikan dan tidak bisa masuk recovery bootloader (TWRP). Bagaimana jika kapasitas batrainya tandas? Apa jika isi batrainya habis hape bisa charged? Dan banyak lagi pertanyaan yang timbul di benak ini.

Normalnya, jika menemui sesuatu masalah berkaitan teknologi informasi, saya langsung merujuk ke mesin pencari di internet. Namun kini bukanlah saat yang normal, karena Mi 4c inilah andalan saya untuk terhubung ke internet. Ia kini mati, maka mati pulalah koneksi internet yang dimiliki. Sebenarnya saya memiliki modem WWAN di laptop, namun ia menggunakan SIM ukuran normal, sementara SIM di Mi 4c berukuran micro yang potongan sisanya kini tidak lagi ada.

Wow, I'm blank. Dan tentu saja, diburu waktu karena hape tetap bootloop tidak bisa dimatikan dan isi baterainya terus terkuras.

Ada guyonan, orang Indonesia itu manusia paling beruntung. Sesial apapun kejadian yang dialami, orang Indonesia akan selalu merasa beruntung. Seperti saya kini. Beruntung, ternyata hape masih bisa masuk moda fastboot. Setidaknya masih ada harapan untuk perbaikan yang relatif mudah, dan hape belum sepenuhnya menjadi batu bata.

Sekilas berpikir, teringat pernah membaca bahwa pada rilis teranyar, custom ROM pada Xiaomi (atau mungkin juga pada umunya Android) akan kembali mengunci bootloader walaupun sebelumnya telah unlocked. Hmmm, sepertinya ini yang menyebabkan Mi 4c saya bootloop. Jadi ketika di-flash ulang, bootloader yang sebelumnya terbuka kini menjadi kembali terkunci, dan ia kemudian tidak bisa booting custom ROM.

Dugaan adalah benar adanya, ketika dicari tahu menggunakan perintah fastboot oem device-info, ternyata bootloader memang kembali menjadi terkunci.
Mencoba membuka bootloader menggunakan perintah fastboot oem unlock tidaklah membuahkan hasil.

OK, tidak mengapa. Dulu saya pernah meminta unlock ke Xiaomi, jadi mestinya kini bisa unlock menggunakan Mi Unlock. Tidak menunda waktu, saya pun bersegera menghidupkan Windows 7 di VirtualBox, maklum kini tidak lagi memiliki partisi Windows.
Aww... Cobaan apa lagi ini? Ternyata VirtualBox tidak bisa dijalankan karena virtualbox-dkms tidak bisa membangun ulang modul di kernel teranyar. Haish...
Untungnya Dewi Fortuna belumlah beranjak pergi, dan saya menyadari belum membuang kernel versi sebelumnya. Baiklah, saatnya menghidupkan ulang laptop untuk boot ke kernel versi terdahulu...

Ahh... Komputer kini telah dihidupkan ulang dan Windows 7 di VirtualBox bisa dijalankan. Mi Unlock pun segera dijalankan, internet hasil tethering dari hape pinjaman pun telah tersambung dan koneksi port USB dari kabel data hape pun dialihkan ke VirtualBox. Hasilnya?

Holy

F**kin

S**t!

Network error.

...

Wow, I'm speechless...

Apa daya kini? Waktu terus berjalan, isi baterai hape pasti telah kian menyusut. Pejamkan mata, hela nafas dalam-dalam dan berpikir. Dan berpikir. Ah! Dahulu hape ini unlocked tidak melalui UBL (unlock bootloader) resmi dari Xiaomi, melainkan menggunakan cara flashing fastboot image ROM China developer melalui fastboot moda emergency download (EDL). ROM developer China ini memungkinkan kita membuka bootloader melalui fastboot, tanpa harus meminta UBL ke Xiaomi.

Sebenarnya, perjuangan melakukan flashing untuk memperbaiki bootloop ini lumayan berliku juga, namun tidak akan saya tulis di sini karena proses-nya lumayan "pabaliut". Sambil mencoba segala macam cara, saya juga berkonsultasi di Telegram, terutama di grup Telegram Mi4c. Akhirnya, kesabaran dan tekad pantang menyerah ini berbuah manis; proses reflashing berhasil dan hape bisa kembali boot secara normal. Alhamdulillah.

Berikut ringkasan langkah-langkah yang membuat saya berhasil menghidupkan kembali hape Xiaomi Mi 4c yang mengalami bootloop.

Persiapan Driver, ROM dan Software

  • Siapkan instalasi Windows 64 bit. Entah berapa kali proses flashing yang saya lakukan gagal dengan galat "bla bla not nough space bla bla" (lupa lagi error message tepatnya), yang ternyata karena masalah arsitektur Windows yang digunakan.

  • Siapkan citra ROM fastboot. ROM fastboot adalah ROM yang bisa diterapkan melalui fastboot moda emergency download (EDL). ROM ini biasa berukuran besar, di atas 1GB, dan berkasnya berakhiran tgz. Saya menggunakan citra libra_images_6.1.7_20151221.0000.11_5.1_cn_b09dac70a0.tgz, karena kebetulan ini yang ada di komputer dan dulu berhasil digunakan untuk unlocking bootloader.

    Gunakan 7zip atau archiver lain untuk menguraikan (extracting) ROM ini di direktori paling atas pada partisi. Misal di C:\, D:\ atau drive letter lainnya. Tujuannya agar mudah dicari dan tidak memiliki spasi pada PATH-nya.
    Hasilnya adalah sebuah folder bernama libra_images_6.1.7_20151221.0000.11_5.1_cn.

  • Pasang driver USB untuk Xiaomi, ADB dan Fastboot. Saya sendiri menggunakan ADB Installer v1.4.3.

  • Pasang MiFlash. Dari sekian banyak versi yang saya coba, hanya MiPhone v2015.10.28.0 yang lancar flashing pada moda EDL.

Flashing ROM melalui moda Emergency Download (EDL)

  • Jalankan MiFlash. Gunakan tombol Browse untuk memilih folder images pada folder ROM yang telah diurai pada langkah sebelumnya.

  • Sambungkan hape ke komputer menggunakan kabel USB-C aslinya.
    Buka Command Prompt, kemudian jalankan perintah adb devices untuk melihat apakah komputer telah mengenali hape.

    ~$ adb devices
    List of devices attached
    4494c888 device

    Selain menggunakan ADB, kita bisa menggunakan MiFlash untuk mengetahui apakah hape juga telah dikenali oleh MiFlash. Lihat di kolom Device pada MiFlash, isinya mesti sesuai dengan hasil adb devices, yang dalam contoh ini adalah 4494c888. Jika MiFlash tidak langsung mengenali hape, coba klik tombol Refresh.

    MiFlash mengenali handphone
  • Tahan tombol POWER dan VOLUME DOWN pada hape untuk membuatnya masuk fastboot.

  • Ketikkan perintah fastboot oem edl untuk membuat hape masuk moda EDL.

    Ketika hape telah masuk moda EDL, layarnya akan menjadi hitam seakan mati, dan kolom Device pada MiFlash akan berubah menunjukkan port COM tempat hape terhubung ke komputer. Jika MiFlash tidak langsung mengenali perubahan ini, coba klik tombol Refresh.

  • Pada MiFlash, jangan lupa untuk memilih radio button Flash all agar semua partisi dalam hape di-flash ulang. Saya sendiri kala itu sudah tidak peduli dengan isi hapenya, yang penting hape bisa normal kembali.
    Klik tombol Flash untuk memulai flashing ROM ke hape.

  • Tunggu beberapa saat hingga proses flashing usai. Jika kolom Status pada MiFlash menunjukkan "The operation completed successfully", berarti proses flashing telah berhasil dan hape bisa dihidupkan ulang.

    MiFlash berhasil melakukan flashing ke handphone
  • Tahan tombol POWER untuk memaksa hape keluar dari moda EDL dan boot secara normal.
    Kini hape mestinya bisa boot dengan normal. Awalnya proses boot akan berlangsung lebih lama dari boot normal, tunggui saja.

Demikianlah bagaimana saya "memperbaiki" hape Xiaomi Mi 4c yang mengalami bootloop. Ini adalah bootloop perdana yang pernah saya alami, jadi kala itu ya lumayan panik. Hape bootloop, tidak bisa dimatikan, tidak bisa di-charge, tidak ada koneksi internet, Mi Unlock gagal, MiFlash pun beberapa kali gagal karena versi yang "tidak cocok" sampai arsitektur Windows yang tidak cocok, dan banyak kendala lain yang kini saya lupa...

It was a chaos...
Sejujurnya, saya menulis artikel ini hanya dari ingatan yang tersisa, bukan dari catatan. Siapa pula yang ingat untuk mencatat langkah demi langkah troubleshoot dalam keadaan seperti itu. Jadi, ya mohon dimaklum jika artikelnya ada yang ganjil dan seakan mengganjal, just let me know....

Artikel ini saya akhiri dengan beberapa pesan yang saya tujukan untuk pembelajaran diri sendiri:

  1. Selalu konsultasi, entah ke orang lain atau artikel berkaitan, sebelum melakukan flash ROM.
  2. Selalu isi baterai hingga 100% sebelum melakukan flash.
  3. Selalu sedia backup lokal, baik itu ROM, driver, software flash atau unlock dan lainnya.
  4. Usahakan memiliki akses lain ke internet.
  5. Tetap tenang dan berpikir jernih.

Wassalam...