Huawei Mediapad X1

Meski nampaknya belum termasuk ke dalam golongan ahli kutu buku, saya lumayan gemar membaca.
Dan untuk menyalurkan hasrat membaca ini, beberapa waktu lalu saya membeli ebook reader bekas, Kobo Touch namanya. Sayangnya Kobo Touch ini dirasa tidak terlalu memuaskan, entah karena ia bekas atau karena memang tipe entry level. Dan kini, Kobo Touch ini hampir tidak pernah disentuh lagi karena layarnya telah sangat redup dan lamban untuk dinavigasi.

Karena enggan untuk selalu membaca ebook di layar hape yang hanya berdiagonal 5”, akhirnya saya pun memutuskan untuk membeli tablet Android sebagai pengganti Kobo tersebut. Pilihan pun jatuh pada Huawei MediaPad X1, alasannya sederhana saja, harganya relatif murah untuk spesifikasi yang ia miliki dan saya ingin perangkat yang multifungsi, bukan sebatas pembaca buku saja.

Sebenarnya, Huawei MediaPad X1 (yang untuk selanjutnya kita sebut X1 saja) adalah produk lawas. Ia dilepas ke pasar Indonesia sekitar tahun 2014 dengan harga di kisaran 4,5 juta. Lumayan mahal karena ia kala itu masuk kelas menengah-premium. Adapun kini saya membelinya di kisaran 1,4 juta. Sepertinya sedang diobral untuk menghabiskan stok sisa.

Dari banyak artikel rujukan yang saya baca sebelum membulatkan hati mengambil X1, Huawei adalah pabrikan yang lumayan tersohor akan hardware-nya yang bagus namun dukungan software-nya kurang. Dan ternyata benar saja, fisik X1 ini lumayan rupawan dan build quality-nya lumayan mengesankan. Jika patokannya sebagai pembaca buku elektronik, spesifikasi X1 lumayan mumpuni bahkan untuk ukuran tahun 2018, misal layar 7” full high definition dengan ketebalan sekitar 7-8 mm dan ditenagai baterai 5000 mAh.

X1 yang dijual resmi di pasar Indonesia yang saya dapat ini berjenis 7D-501u yang dibekali sistem operasi EMUI 2.0 (berdasar Android Jelly Bean). Sistem operasi yang sangat kuno untuk ukuran masa kini, bahkan telah terasa tertinggal untuk ukuran tahun 2014 ketika ia perdana dirilis. Dan sialnya, pembaharuan untuk X1 terhenti hanya sampai Android KitKat.

So, here I am…, memegang hardware X1 yang lumayan bagus untuk harganya sekarang, namun dengan dukungan software yang sangat tertinggal dan memang telah ditinggalkan oleh Huawei.

Selanjutnya dalam artikel ini, Anda akan mendapati langkah-langkah yang saya tempuh untuk menjadikan X1 ini menjadi lebih kekinian. Misal dengan memutakhirkan sistem Android-nya menjadi Lollipop, unlock bootloader, rooting dan lainnya.

Upgrade ke KitKat

Pada masa jayanya, sistem operasi X1 mendapat pembaharuan resmi dari Huawei untuk ditingkatkan ke Android KitKat. Jadi, mari kita mutakhirkan X1 ini ke KitKat.

  1. Unduh ROM Android 4.4 dari laman http://emuirom123.dbankcloud.com/7D-501u_EMUI3.0_Android4.4_V100R002C208B011.zip
  2. Buat folder bernama dload pada direktori teratas (root directory) kartu microSD, kemudian simpan berkas 7D-501u_EMUI3.0_Android4.4_V100R002C208B011.zip hasil unduhan tadi ke dalamnya.
  3. Buka SettingsUpdaterMenuLocal update. Pilih berkas ROM KitKat di atas.
  4. X1 akan reboot dan memulai pemutakhiran. Jika pemutakhiran telah berjalan dengan lancar, selang beberapa saat kemudian akan muncul tanda ceklis. Keluarkan kartu microSD dan X1 akan reboot kembali, jika tidak, tahan tombol POWER untuk mematikannya secara paksa, kemudian tekan kembali tombol POWER untuk menghidupkannya.
  5. That’s it. Mestinya kini X1 akan masuk ke sistem operasi EMUI 3.0 yang berdasar Android KitKat.

Unlock bootloader

Kabar buruk. Kini Huawei menutup layanan permintaan kode pembuka bootloader. Ucapkan selamat tinggal pada kustomisasi perangkat Huawei secara legal.

Sejujurnya ingatan saya ketika mencoba unlocking bootloader ini telah agak samar. Yang pasti, saya meminta kunci unlock melalui email ke Huawei. Namun ketika menggunakan kunci tersebut, selalu tidak berhasil. Ternyata setelah upgrade ke 4.4 saya mendapati pada jendela fastboot terdapat tulisan “Device Unlocked”.
Jadi, ya, entah langkah mana yang berhasil membuka bootloader. Apakah membuka dengan kunci dari Huawei, ataukah karena upgrade ke KitKat.

Untuk mendapatkan kunci pembuka bootloader, silakan rujuk langkah demi langkahnya di https://emui.huawei.com/en/unlock_index.

Memasang custom recovery

Seperti biasa, recovery bawaan ROM pabrikan dirasa kurang berdayaguna, jadi kita akan memasang recovery lain yang memliki lebih banyak fitur. Inginnya sih memasang TWRP untuk tablet ini, namun apa daya hanya CWM yang tersedia. Jadilah akhirnya saya memasang CWM untuk recovery X1 ini.

  • Unduh berkas CWM. Sejauh yang saya ketahui, ada 3 CWM untuk X1:
    1. CWM China untuk Android 4.4.2
    2. CWM China untuk Android 4.2.2
    3. CWM english
    Dan saya sendiri menggunakan versi China untuk Android 4.4.2 dengan alasan karena hanya versi inilah yang bisa restoring ROM Lollipop dengan baik.
  • Sambungkan X1 ke komputer dengan menggunakan kabel data. Pastikan dalam komputer telah terpasang adb dan fastboot.
  • Hidupkan X1 ke moda fastboot dengan cara mematikan dan kemudian menghidupkannya kembali dengan menekan berbarengan tombol POWER dan VOL_UP.
  • Setelah masuk moda fastboot dan tablet telah dikenali oleh komputer, flash berkas CWM.
    fastboot flash recovery recovery_cn_4.4.2.img  
    
  • That's it. Setelah proses flashing usai, matikan X1 dengan cara menahan tombol POWER atau dengan menjalankan perintah berikut dari komputer:
    fastboot reboot  
    

Recovery bisa diakses dengan cara menahan tombol POWER dan VOL_DOWN secara bersamaan, atau dengan mejalankan perintah berikut melalui adb:

adb reboot recovery  

Rooting

Rooting X1 nampaknya tidak semudah rooting perangkat keluaran anyar. Umumnya tutor menyarankan aplikasi one click root dan sejenisnya yang tingkat keberhasilannya tidak terlalu jelas, apalagi tingkat keamanannya.

Karena kini tablet telah memiliki custom recovery CWM, saya memilih untuk flashing langsung berkas SuperSU melalui CWM. Here’s how.

  • Unduh berkas yang diperlukan: http://www.mediafire.com/download/i564vr6587r2ma8/X1_5.1.1_Root.rar.
  • Sambungkan X1 ke komputer dengan menggunakan kabel data.
  • Uraikan berkas rar dan salin berkas SuperSU ke root directory microSD X1.
    adb push UPDATE-SuperSU-v2.46 /sdcard/
    
  • Hidupkan ulang tablet agar masuk ke moda recovery.
    adb reboot recovery  
    
  • Gunakan CWM untuk flashing berkas SuperSU:
    Choose ZIP to flashChoose file from /storage/sdcard1
    Cari berkas SuperSU dan mulai flashing.
  • Setelah selesai flashing, hidupkan ulang tablet. Dan ketika telah masuk sistem operasi, mestinya kita mendapati ikon SuperSU yang menandakan proses flashing telah berhasil dan tablet telah berhasil rooted.

Upgrade ke Lollipop

Sayangnya, banyak aplikasi yang biasa saya pakai di Android menolak untuk dijalankan di KitKat. Katanya sih karena semenjak Lollipop, Android mengalami perubahan SDK yang cukup signifikan, jadi umumnya pengembang aplikasi memilih untuk tidak mendukung Android pra Lollipop.

Meski X1 tidak pernah mendapat pembaharuan resmi ke Lollipop, sebenarnya rencana untuk itu telah ada. Dibuktikan dengan adanya ROM Lollipop pada program beta Huawei.
Dengan segala resiko berkaitan dengan ROM yang masih dalam tahap beta, saya tetapkan hati untuk memutakhirkan X1 ini ke Lollipop.

PENTING! Pastikan bootloader telah terbuka dan telah rooted, jadi sekiranya terdapat kesalahan dalam proses update maka kemungkinan besar kita akan bisa memperbaikinya.
Jika terjadi kesalahan, sementara bootloader masih terkunci dan belum di-root, kemungkinan tablet akan bricked dan mesti diperbaiki ke service center. Dengan resiko garansi hangus dan atau tablet mungkin hard bricked dan tidak bisa diperbaiki.

Jika telah yakin dengan segala resikonya, berikut cara memasang ROM Lollipop di X1.

  1. Unduh dua berkas berikut:
  2. Buat folder bernama dload pada direktori teratas (root directory) kartu microSD, kemudian simpan kedua berkas hasil unduhan di atas ke dalamnya.
  3. Ganti nama berkas 7D-501uV100R002C208B011SP06.zip (berukuran sekitar 30 MB) menjadi update.zip.
  4. Buka SettingsUpdaterMenuLocal update. Pilih berkas update.zip di atas.
  5. X1 akan reboot dan memulai pemutakhiran. Jika pemutakhiran telah berjalan dengan lancar, selang beberapa saat kemudian akan muncul tanda ceklis. Keluarkan kartu microSD dan X1 akan reboot kembali, jika tidak, tahan tombol POWER untuk mematikannya secara paksa, kemudian tekan kembali tombol POWER untuk menghidupkannya.
  6. Setelah X1 rebooted, masukkan kembali kartu microSD dan kemudian hapus atau ganti nama (menjadi apa saja asal bukan update.zip) berkas update.zip dalam folder dload di atas.
  7. Uraikan (extract) berkas 7D-501uV100R002C208B011SP06_Main.zip (berukuran sekitar 1 GB) dan salin berkas update.app ke dalam folder dload
  8. Ulangi langkah 4 dan 5.
  9. X1 kini mestinya reboot ke EMUI 3.1 yang berdasar Android Lollipop. Jangan lupa untuk menghapus atau mengubah nama berkas update.app dalam folder dload.

Mengganti ikon

Jika Xiaomi menggunakan MIUI, maka Huawei menggunakan EMUI yang merupakan modifikasi dari sistem operasi Android untuk produk-produknya. No complaint here, kecuali tampilan ikon-ikon EMUI 2.0, 3.0 dan 3.1 yang sungguh buruk rupa.

Wise man say, beauty is only skin deep

Kecantikan hanyalah sedalam kulit. Sayangnya, tema-tema untuk EMUI 3.1 tidak banyak yang sesuai selera saya. Satu-satunya yang lumayan mengubah penampilan EMUI 3.1 di X1 ini adalah dengan mengganti ikon EMUI dengan ikon stock Android dan bawaan aplikasi masing-masing. Berikut caranya:

Demikian dulu untuk sekarang, sekiranya ada hal yang terlupakan pasti nanti akan saya tambahkan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pemilik anyar yang sedang dilanda kebingungan dengan dukungan perangkat lunak X1 kesayangannya.
Jika sekiranya ada yang kurang dalam artikel di atas, misal ada tautan yang telah mati, jangan ragu untuk menghubungi saya.